Persebaya Minta Pertandingan Liga 1 Dihentikan Jika Ada Teriakan Rasis di Stadion, Terjadi saat Lawan Persija

Berita224 Dilihat

Pertandingan Liga 1 diminta untuk dihentikan jika ada teriakan atau lagu-lagu rasisme dari penonton, demikian dikatakan oleh Manajer Persebaya Surabaya Yahya Alkatiri dalam keterangannya di Surabaya, Kamis (3/8/2023).

Yahya mengatakan pihaknya menjadi korban lagu rasisme dalam laga kontra Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pekan lalu. Ia sudah memprotes dan meminta pertandingan dihentikan, tetapi tidak digubris. 

“Saat di Stadion Gelora Bung Karno kemarin, pada menit ke berapa itu saya sudah meminta pertandingan sementara untuk dihentikan, itu ancaman. Karena ini belajar dari kejadian Kanjuruhan, kalau di kejadian Kanjuruhan waktu kami menjadi saksi di pengadilan, satu pertanyaan saya kenapa waktu ada chant-chant rasis masih dilanjutkan,” ujar Yahya seperti dilansir dari Antara.

Ia mendesak PT Liga Indonesia Baru mengevaluasi peraturan yang diterapkan untuk memberhentikan pertandingan sementara saat terdengar lagu-lagu rasis di dalam stadion karena itu sudah ada dalam regulasi.

Baca Juga:Benarkah Harry Maguire Bakal Gabung Squad Persebaya Putaran Kedua BRI Liga 1 2023-2024?

Menurut dia, seharusnya jika terdengar lagu-lagu rasis yang berkumandang di stadion secara regulasi itu bisa dihentikan sementara dan dirinya saat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sudah menanyakan tersebut tetapi masih diteruskan.

“Saya sempat menanyakan, LIB ini hanya mau menyelenggarakan pertandingan sampai selesai atau mau faktor keamanannya juga didukung,” katanya.

Yahya menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktur Operasional PT LIB terkait masalah petugasnya di lapangan yang tidak mengiyakan protes yang dirinya lakukan.

“Saya sampaikan, kemarin petugas di lapangan ketika saya berbicara seperti itu, dia tidak mengiyakan dan itu beresiko,” kata Yahya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengingatkan LIB untuk mengevaluasi hal-hal seperti itu karena memang sudah ada regulasinya dan lagu-lagu tersebut ada ancaman pembunuhan.

Baca Juga:Selebrasi Unik Ryo Matsumura dan Firza Andika Usai Bobol Gawang Persebaya, Ternyata Terinspirasi Pemain AC Milan

“Di negara kita, ancaman itu ada pidananya,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya meminta pihak kepolisian atau yang berwenang untuk mengecek lagi kamera pengawas di Stadion GBK, suporter mana yang menjadi provokator saat pertandingan Persija Jakarta melawan Persebaya.

“Yang datang bukan hanya dari Surabaya sama Jakarta saja, ada yang lain. Saya minta pihak Polda Metro Jaya untuk memeriksa CCTV Di Stadion GBK, tolong CCTV itu dibuka, siapa provokator-provokator yang ingin membuat sepak bola Indonesia rusak itu ditangkap,” tuturnya.

Sebelumnya, klub yang berjuluk Bajol Ijo tersebut mengalami kekalahan saat melawat ke kandang Persija dengan skor 0-1, pada pertandingan Liga 1 yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (30/7/2023) malam.

Kemenangan kedua di musim ini bagi Persija membawa mereka naik ke posisi kelima di klasemen sementara dengan koleksi delapan poin. Sedangkan Persebaya tertahan di posisi ke-15 dengan koleksi lima poin.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *