Nafsu Syahwat Panji Gumilang Diceritakan Mantan Wali Santri Ponpes Al Zaytun, Bisa Dapat ‘Jatah’ 5 Kali Seminggu

Berita229 Dilihat

SUARA PEKANBARU – Nafsu syahwat Panji Gumilang diceritakan mantan wali santri Ponpes Al Zaytun, bisa dapat “jatah” 5 kali seminggu.

Nama Panji Gumilang dalam dua bulan ini jadi sorotan publik. Ada yang mengaitkannya dengan tahun politik, tapi ada juga yang menyorot murni sebagai dugaan pelanggaran hukum.

Lantas apa saja yang sudah dilakukan Panji Gumilang sehingga benar-benar dinilai publik harus mendapat hukuman setimpal?

Dilihat dari berbagai informasi, Panji Gumilang diduga melakukan banyak pelanggaran hukum.

Baca Juga:Malam-Malam Panji Gumilang Tinggalkan ‘Istana Megah’ Al Zaytun, Menyengat Bau Ini

Kemudian yang paling menjadi sorotan satu di antaranya adalah dugaan pelecehan seksual pada pegawai.

Dugaan ini seolah menguat dan menjadi konsumsi media massa online maupun cetak, lantaran yang memberi kesaksian bukan kaleng-kaleng.

Misal pengakuan yang diungkap mantan wali santri Ponpes Al Zaytun dan eks anggota NII KW9, Leny Siregar.

Panji Gumilang sebagai tokoh dan pemimpin tertinggi di Ponpes Al Zaytun ini dinilai gelap mata dengan kekuasaannya yang melekat.

Pria 77 tahun ini, diduga melakukan kejahatan dengan dugaan pelecehan seksual pada pegawai.

Baca Juga:Permintaan Panji Gumilang saat ‘Dirujak’ Bareskrim Polri, Anak Buah Jendral Paling Berpengaruh Tak Bisa Menolak

Isu tak sedap ini benar-benar melekat pada Panji Gumilang. Dilihat dari tayangan kanal YouTube METRO TV, Leny Siregar terang-terangan membongkar adanya bukti dugaan pelecehan seksual di lingkungan Ponpes Al Zaytun.

Bahkan bukan satu bukti, tapi dia juga mengaku memiliki bukti berupa rekaman suara dan video.

“Kalau ditanya pendapat saya (tentang dugaan pelecehan seksual) ya benar,” kata Leny. 

“Karena saya sudah mendengar langsung voice note. Saya yakini itu suaranya dia (Panji Gumilang). Itu suara pimpinan pesantren, PG, kepada korbannya,” ucap Leny.

Leny mengatakan, dalam seminggu, Panji Gumilang diduga bisa mendapatkan “jatah” penyaluran syahwat dari korbannya bisa diminta melayani berkali-kali.

“Dia (diduga korban pelecehan Panji Gumilang) melayani tiga sampai lima kali dalam satu minggu,” imbuhnya. (*)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *