Fenomena Oklin Fia Disebut sebagai Gejala Kepribadian Narsis?

Berita241 Dilihat

Suara Bandung BaratViral, Selebgram sekaligus tiktokers Indonesia, Oklin Fia mendapat sorotan warganet setelah mengunggah video yang diduga tak senonoh.

Pasalnya, dalam video tersebut ia menjilati es krim yang identik dengan adegan panas 21+.

Banyak warganet pun yang akhirnya menuding jika Oklin Fia telah menistakan agama, karena dalam konten tersebut ia mengenakan jilbab.

Selain itu, warganet pun membandingkan perilaku Oklin Fia dengan Lina Mukherjee yang memakan daging babi sembari membaca lafaz basmalah.

Baca Juga:Gagal Bayar Utang, Nasib Waskita Karya Ditangan Erick Thohir: Opsinya PKPU

Respon yang datang pun tak hanya dari warganet, sederet public figure pun turut mengomentari perilaku dari Oklin Fia.

Salah satunya datang dari anak Ustaz Jefri Al-Buchory, Abidzar Al Giffari yang dengan keras mengatakan Oklin Fia selebgram berhijab serupa dengan artis film dewasa.

Di sisi lain, perilaku mencari perhatian di media sosial mengutip berbagai sumber dapat menjadi gejala gangguan kepribadian seseorang.

Data dari Psych Central menyebut jika seseorang yang suka mencari perhatian berlebihan merujuk pada gejala gangguan kepribadian histrionik (HPD).

Orang-orang yang terkena gejala ini akan merasa terganggu saat dirinya tidak menjadi perhatian sekelompok orang.

Mereka akan selalu ingin dan selalu merasa nyama ketika mendapatkan perhatian dari banyak orang.

Narsisme berlebihan ini akan terlihat dengan melakukan perilaku-perilaku provokatif untuk menarik perhatian orang-orang disekitarnya.

Selain suka menjadi pusat perhatian banyak orang alias narsis, orang-orang yang terkena gangguan kepribadian juga mempunyai ciri-ciri :

1. Tidak suka dnegan situasi ketika ia tak menjadi pusat perhatian;
2. Interaksi dengan orang lain ditandai dengan perilaku menggoda atau provokatif seksual yang tidak pantas;
3. Secara berkelanjuran menggunakan penampilan fisik agar dapat menarik perhatian banyak orang’
4. Menampilkan emosi dan ekspresi yang berubah dengan cepat namun dangkal;
5. Sangat mudah dibujuk dan dipengaruhi orang lain:
6. Memiliki gaya bicara yang terlalu impresionistik dan kurang detail;
7. Menujukan dramatisasi diri, suka bersandiwara dan ekspresi yang terkesan lebay alias berlebihan.

Media sosial, dapat menjadi gerbang awal bagi seseorang untuk mencari perhatian berlebih dari kebanyakan orang, menggunakan gaya provokatif. (*)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *