Contoh Susunan Acara Tirakatan 17 Agustus 2023, dari Pembukaan, Doa hingga Penutup

Berita156 Dilihat

Suara.com – Cara warga negara Indonesia merayakan kemerdekaan berbeda-beda, salah satunya adalah dengan mengadakan acara tirakatan. Seperti apa contoh susunan acara tirakatan 17 Agustus?

Jika kamu juga berniat mengadakan acara yang sama, kamu bisa melihat contoh susunan acara tirakatan 17 Agustus di bawah ini.

Pengertian Tirakatan

Tirakatan merupakan tradisi yang diwarisi oleh masyarakat Indonesia, khususnya dalam budaya Jawa. Tirakatan sendiri berasal dari bahasa Jawa tirakat yang artinya mengekang hawa nafsu. Aktifitas tirakat bisa berupa mengadakan pengajian, doa, dan dzikir bersama.

Baca Juga:Susunan Acara Lomba 17 Agustus Tingkat RT Lengkap, Rundown Super Meriah

Tujuannya adalah untuk menyampaikan rasa syukur kepada sang Pencipta karena telah memberikan berkah kehidupan yang panjang umur sekaligus meminta perlindungan dan kesejahteraan secara berkelanjutan di masa mendatang.

Oleh karenanya, setiap daerah yang mengadakan acara tirakatan 17 Agustus, pastilah bertujuan untuk berterima kasih kepada Sang Maha Kuasa atas anugerah kemerdekaan yang bertahan sampai sekarang sekaligus memohon agar kemerdekaan itu kita rasakan selamanya.

Dalam waktu yang sama, memohon agar kemerdekaan Indonesia dapat menjadi berkah bagi seluruh warga negara Indonesia. Tak hanya aspek pembangunan infrastruktur saja yang bagus, tetapi juga sumber daya manusianya dapat menjadi sosok yang mengisi kemerdekaan dengan kreatifitas yang dapat dibanggakan hingga akhir hayat.

Lantas, bagaimana cara menyusun acara tirakatan 17 Agustus? Silahkan lihat contoh susunan acara tirakatan 17 Agustus di bawah ini.

1. Pembukaan acara oleh kepala desa setempat atau sosok yang dituakan di desa.

Baca Juga:Contoh Pidato 17 Agustus Bahasa Jawa untuk Upacara Bendera di Sekolah

2. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu hari Merdeka 17 Agustus dengan khidmat.

Baca Juga  4 Fakta Menarik Laga Persib Bandung vs PS Barito Putera, GBLA Kurang Ramah bagi Tuan Rumah

3. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, misalnya dari ketua panitia, sesepuh desa, dan seterusnya. 

4. Pidato kemerdekaan dari tokoh desa untuk sekaligus memberikan wejangan kepada generasi penerus.

5. Membaca doa tirakat, dipimpin oleh kyai.

6. Potong dan makan tumpeng bersama sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang sudah kita rasakan. 

7. Penutup, bisa berupa membaca Al-fatihah bersama-sama.

Adapun bunyi doa Al-Fatihah adalah sebagai berikut:

Bismillhir-ramnir-ram(i).
Al-amdu lillhi rabbil-‘lamn(a).
Ar-ramnir-ram(i).
Mliki yaumid-dn(i).
Iyyka na‘budu wa iyyka nasta‘n(u),
Ihdina-iral-mustaqm(a).
iral-lana an‘amta ‘alaihim, gairil-magbi ‘alaihim wa la-lln(a).

Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Pemilik hari Pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Demikian itu contoh susunan acara tirakatan 17 Agustus 2023 yang bisa kalian pakai menjadi acuan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *